AES Sports – Kasus pelanggaran pertandingan yang dituduhkan kepada Persib Bandung saat menjalani laga kontra Persija Jakarta di Stadion Manahan, Solo, 3 November 2017 memang belum mulai diselidiki oleh Komisi Disiplin PSSI.

Selebrasi para pemain Persib Bandung - Indosport.com

Persib Bandung diklaim telah melakukan mogok bertanding pada menit ke-83 setelah Vladimir Vujovic diganjar kartu merah oleh wasit asing yang memimpin pertandingan tersebut yakni Shaun Evans dari Australia.

Para pemain Persib Bandung langsung berkumpul dipinggir lapangan dan terlihat memang sedang berdiskusi dengan tim manajemen Persib Bandung namun melihat hal tersebut wasit Shaun Evans menganggap bahwa skuad Maung Bandung telah mogok bertanding.

Wasit Shaun Evans langsung meniup peluit berakhirnya pertandingan dan menganggap Persib Bandung melakukan aksi Walk Out. Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar juga mengungkapkan bahwa wasit menghentikan pertandingan secara sepihak tanpa mendatangi kubu Persib Bandung.

Pemain Persib Bandung protes dengan berkumpul di pinggir lapangan Stadion Manahan, Solo - tribunnews.com

"Kalau wasitnya datang ke kami lalu menanyakan mau dilanjut atau tidak, itu baru. Tapi wasit itu langsung meniup peluit (berakhirnya pertandingan)," ujar Umuh Muchtar seperti dilansir dari indosport.com (07/11/2017).

Terlepas dari perdebatan siapa yang benar dan salah, pihak Komisi Disiplin PSSI tentunya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kasus pelanggaran yang ditujukan kepada Persib Bandung.

Sebenarnya, tanda-tanda Persib enggan melanjutkan pertandingan sudah terlihat ketika selesai turun
minum. Wasit Shaun Evans yang berlisensi FIFA tersebut beberapa kali menghampiri ruang ganti Persib karena Atep dkk tak kunjung keluar ke lapangan.

Jika terbukti bahwa Persib Bandung melakukan pelanggaran maka sesuai regulasi klub asal Bandung tersebut terancam hukuman cukup serius yakni terdegradasi dari Liga 1.

Merujuk pada regulasi Gojek Traveloka Liga 1, Persib bisa dikategorikan memenuhi persyaratan di dalam regulasi yang bisa membuat klub tersebut didepak dari Liga 1. Dua poin peraturan tersebut ada pada Pasal 13 Ayat 1 Poin C dan Pasal 13 Ayat 2 Poin A.

Disebutkan pada Pasal 13 Ayat 1 Poin C klub dapat dianggap dan dinyatakan mengundurkan diri dari Liga 1 apabila meninggalkan lapangan atau stadion sebelum selesainya pertandingan dijalankan.
Kemudian merujuk pada Pasal 13 Ayat 2 Poin A, bagi klub yang mengundurkan diri setelah

dimulainya Liga 1, seluruh pertandingan yang telah dijalankan akan dibatalkan dan dinyatakan tidak sah. Seluruh nilai dan gol yang terjadi dalam pertandingan tersebut tidak akan dihitung dalam hal menentukan klasemen akhir dan dihilangkan dari klasemen.

Indosport.com

Jika saja Komdis PSSI berani menjalankan regulasi dengan tegas setelah bukti terkumpul dan mendakwa Persib Bandung harus keluar dari kompetisi Liga 1 maka ada beberapa resiko besar yang akan membuntuti hal tersebut.

Resiko yang paling utama adalah pada tahun depan kompetisi liga di Indonesia akan terancam terkendala untuk digelar kembali.

Seperti diketahui bahwa terselenggaranya Gojek Traveloka Liga 1 2017 tidak terlepas dari salah satu orang penting di kubu Persib Bandung yang mampu membawa sponsor dengan gelontoran dana Miliaran Rupiah.

Glenn Sugita adalah Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) yang menjalankan roda klub Persib Bandung yang juga merupakan jajaran direksi PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) yaitu operator gelaran Gojek Traveloka Liga 1 musim ini.

Sejumlah pejabat di PT PBB yang menjadi bawahan Glen Sugita pun menjabat sebagai petinggi di PT LIB. Pada gelaran Liga 1 tahun ini, pola seperti itu juga berlanjut pada PT LIB. Glenn datang tidak dengan tangan hampa, dua perusahaan yang kini berhasil menjadi sponsor utama Liga, yaitu Go-Jek dan asuransi FWD, merupakan perusahaan yang berafiliasi dengan Northstar.

offside.co.id

Dari dua sponsor besar yang memberikan sokongan dana fantastis untuk menyelenggarakan kompetisi Liga, keduanya juga merupakan sponsor utama Persib Bandung.

Sulitnya mendapatkan sponsor untuk menjalankan sebuah kompetisi Liga di Indonesia menjadi sebuah kendala utama yang menjadi pekerjaan rumah bagi PSSI.

Entah apakah kompetisi tahun depan PSSI bisa terlepas dari pengaruh bantuan sponsor yang dibawa oleh petinggi Persib Bandung. Jika Komdis PSSI menjatuhkan hukuman dengan melempar Persib Bandung dari Liga 1 maka PSSI juga harus siap untuk mencari sponsor yang mampu memberikan dana fantastis.

Kemungkinan besar jika timnya ‘dibuang’ oleh Komdis PSSI keluar dari Liga 1 maka Glen Sugita beserta beberapa petinggi PT LIB akan lebih pasif dalam membantu PSSI untuk mencari sponsor untuk kompetisi tahun depan.

Sumber