Liverpool - Menjelang lawatan ke Anfield, Rafael Benitez
mengkritik manajemen Liverpool. Dia bilang The Reds bakal sulit juara
jika investasi masih begitu-begitu saja.
Benitez, yang membawa
Liverpool menjadi juara Liga Champions 2004/2005, akan bereuni dengan
Liverpool di St. James Park, Minggu (1/10/2017) malam WIB. Newcastle
akan menjamu Si Merah dalam pekan ketujuh liga Inggris.
Benitez
menilai Liverpool yang ditangani Juergen Klopp saat ini tak banyak
berubah. Dia pun memprediksi The Reds bakal sulit untuk mengakhiri
paceklik juara liga.
"Ketika saya tiba di Liverpool, anggaran untuk klub 20 juta pound
sterling. Saat saya pergi, menjadi 17 juta pound sterling. Tapi,
orang-orang meminta agar saya memenangi gelar juara, saya harus mampu,"
ujar Benitez seperti dikutip
Soccerway. "Kalau tim-tim
lain tak tampil bagus, mungkin saja kalian bisa menjadi juara. Kami
mengoleksi 86 poin dalam semusim dan finis di urutan kedua. Kenapa?
Karena ada MU. Berkaca pada Leicester, mereka menjadi juara karena laju
tim-tim di empat besar menunjukkan laju buruk dan tak tak tampil
terbaik," tutur Benitez, yang menangani Liverpool 2004 sampai 2010 itu.
 Rafael Benitez, manajer Newcastle United (Stu Forster/Getty Images)
|
"MU
disokong pendanaan mencapai 50 juta pound sterling per tahun dan publik
masih menuntut saya untuk bersaing dengan mereka setiap tahun. Setelah
itu, ada Chelsea. Ya, waktu itu ada Chelsea, Arsenal, dan Manchester
United," dia menambahkan.
Persaingan saat ini, menurut Benitez,
bahkan lebih sengit. Tim kuat tak hanya MU, Arsenal, dan Cheslea, tapi
muncul tim-tim lain dengan investasi dalam jumlah yang besar.
"Sekarang
muncul Manchester City dan Tottenham Hotspur, juga PSG dan tim-tim
lainnya. Tapi situasinya selalu sama. Ada klub-klub dengan pendanaan
masif dan Liverpool selalu ada di barisan belakang," ujar Benitez.
"Bagaimana
kalian bisa memenangkan trofi? Kalian harus menciptakan sebuah tim
dengan atmosfer yang bagus dan kerja keras barulah bisa meraihnya,"
Benitez menjelaskan.
Liverpool memang tak mulus pada awal musim
kompetisi ini dengan berada pada peringkat keenam, sudah ternoda satu
kekalahan. Tiga laga lain diselesaikan dengan kemenangan dan dua
pertandingan lainnya berakhir dengan hasil seri.
Newcastle berada di urutan kesembilan dengan sembilan poin. Newcastle meraih tiga kemenangan dan tiga kali merasakan kekalahan.